Saturday, February 2, 2013

5 Langkah dalam Menembak Gebetan di Tempat Dinner

Halo temen-temen! Apa kabar? Semoga Anda semua sehat di mana pun Anda berada. Pada kesempatan kali ini, Om Kempot akan membahas tentang 5 langkah beserta dengan tips-tipsnya dalam menembak gebetan Anda ketika di tempat dinner. Penasaran? Langsung aja, deh. Cekidot...




1. Cari Meja





Pertama yang harus dilakukan ketika sampai di sebuah kafe adalah mencari meja dinner. Meja tempat dinner sangatlah penting untuk mendukung alur penembakan. Biasanya untuk pasangan kawula muda, meja yang cocok adalah meja untuk dua orang. Maka dari itu, carilah meja untuk dua oran. Apabila meja untuk dua orang itu habis, Anda jangan langsung panik. Cobalah cari meja dua orang yang sudah diisi oleh orang lain. Diam-diam dekati orang yang menempati meja tersebut, lalu gebuk dia pake bangku. Kalau orangnya marah dan pengen bales gebuk pake teralis besi, barulah Anda panik.



2. Pesan Makanan dan Minuman





Poin yang pertama untung-untungan. Kalau untung, orang yang digebukin mungkin bakal diusir oleh pihak keamanan kafe karena dinilai sudah membuat keributan dan akhirnya Anda bisa mendapat meja dua orang tadi dengan bibir berdarah, pipi bengkak, dan pala benjol saja. Sebaliknya, kalau sial, Anda mungkin akan digebukin sampe Anda tidak sadarkan diri dan begitu bangun, Anda sudah di rumah sakit. Nah, di sini kita akan membahas kemungkinan yang pertama, yaitu untung. Biasanya sehabis Anda mendapat meja (setelah digebukin), Anda langsung disuguhi menu makanan oleh pelayan. Pertama-tama, Anda baca tulisan per tulisan, huruf per huruf, spasi per spasi, terus Anda lihat nama, gambar, dan harga makanannya. Apabila Anda melihat satu menu makanan yang harganya melebihi lima digit angka, alihkanlah pandangan Anda pada menu yang lain. Apabila harga menu yang lain juga sama ngehe-nya dengan menu yang pertama, coba Anda alihkan perhatian lagi ke menu minuman karena biasanya harganya lebih murah dan lumayan bisa mengganti efek kenyang dari makan (dengan efek kembung dari kebanyakan minum). Apabila harganya juga tetep mahal dan kebetulan duit Anda ternyata memang hanya cukup untuk membayar ongkos becak mini, cobalah pesan air putih kepada pelayan, lalu bisiki dia buat minta ditambahin garem ama gula yang banyak, setidaknya Anda bisa dapat oralit.



3. Basa-Basi





Setelah memesan makanan (atau oralit untuk diri Anda), lanjutkanlah mengobrol dengan si gebetan. Untuk meringankan situasi, gunakan basa-basi. Basa-basi sangat perlu dalam memulai obrolan yang natural. Hal ini harus dipikirkan secara serius demi mendapatkan jalur percakapan yang sesuai. Carilah topik yang sedang in, tapi gak ngebosenin.



-          Contoh basa-basi yang benar :        

Hujannya deras ya, padahal tadi siang cerah banget lho



-          Contoh basa-basi yang salah :          

Tadi siang aku ngeliat nenek kamu ketabrak kereta lho



4. Kata-Kata Romantis





Saat hendak melanjutkan basa-basi dengan mengucapkan kata-kata romantis, maka lihatlah matanya, jangan lihat hidungnya, apalagi menghitung jumlah upilnya. Jangan juga Anda gunakan gombalan dengan pola “Bapak kamu...”. Serius, pokoknya jangan. Gombalan itu sudah terlalu mainstream dan penuh dengan relativitas. Coba bayangkan jika Anda kelepasan menggunakan gombalan tersebut dan terjebak pada situasi yang canggung. Misal :



Cowok : Bapak kamuu...dulunya pasien operasi kelamin yaa??


Cewek : Kok tau?! Iyaa...bapakku emang pernah operasi kelamin. Keberhasilan operasi kelamin beliau menginspirasiku untuk ngejalanin operasi yang sama dua tahun yang laluu...

Cowok : ...

Kalau hal ini terjadi, jangan panik, Anda bisa mencoba beberapa alternatif penyesuaian diri terhadap situasi ini, yaitu :


  1. Pura-pura hilang ingatan dengan memasang muka kosong sambil bilang, “Saya siapa? Ini di mana?? Apa ibu kota Belgia ????"
  2. Pura-pura memiliki disorientasi seksual menjadi penyuka tumbuhan dengan berusaha nyipok pot bunga
  3. Pura-pura mati dengan meminum autan

5. Tembak





Proses ini sangatlah krusial karena memang inilah tujuan Anda ngajak dinner si gebetan sampe harus digebukin oleh orang gak dikenal (yang anda gebuk duluan pake bangku). Poin ini sangat rumit dan harus dilakukan dengan hati-hati. Lakukanlah dengan tenang dan ucapkanlah dengan lembut. Apabila suasana menjadi lebih tegang, maka lambaikanlah tangan ke arah pelayan, pesan oralit lagi. Apabila ketegangan ini malah membuat Anda menjadi gemetar sampai tidak bisa berkata-kata, maka sms-lah si gebetan. Apabila Anda tidak punya pulsa, maka buatlah tulisan sederhana di kertas. Apabila gebetan Anda tidak bisa membaca tulisan Anda karena tulisan Anda lebih mirip sandi rumput, maka mintalah pelayan untuk mengungkapkan perasaan Anda kepada si gebetan. Apabila gebetan Anda nangkepnya malah si pelayan yang nembak dia dan ternyata dia malah nerima si pelayan, maka inilah saat yang tepat untuk meminum autan.

2 comments: